NPPBKC

NPPBKC

  • Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) adalah izin untuk menjalankan kegiatan sebagai pengusaha pabrik, pengusaha tempat penyimpanan, importir barang kena cukai, penyalur, atau pengusaha tempat penjualan eceran di bidang cukai.
  • Masa berlaku NPPBKC yaitu:
  1. Selama yang bersangkutan menjalankan usahanya yaitu untuk Pengusaha Pabrik dan Importir BKC;
  2. Selama 5 (lima) tahun yaitu untuk Tempat Penyimpanan EA, Penyalur MMEA dan Tempat Penjualan Eceran.
  • NPPBKC dapat dibekukan atau dicabut.
    • Dibekukan dalam hal:
  1. Terdapat bukti permulaan yang cukup bahwa pemegang izin NPPBKC melakukan pelanggarn pidana di bidang cukai;
  2. Terdapat bukti yang cukup sehingga persyaratan perizinan tidak lagi dipenuhi;
  3. Pemegang izin berada dalam pengawasan kurator sehubungan dengan utang
  • Dicabut dalam hal:
  1. Atas permohonan pemegang NPPBKC yang bersangkutan;
  2. Tidak dilakukan kegiatan selama 1 tahun;
  3. Persyaratan perizinan tidak lagi dipenuhi;
  4. Pemegang izin tidak lagi secara sah mewakili badan hokum/orang pribadi yang berkedudukan di luar Indonesia;
  5. Pemegang izin dinyatakan pailit;
  6. Tidak dipenuhinya ketentuan Pasal 14 (3) UU Cukai terkait batas waktu maksimal penggunaan izin NPPBKC oleh ahli waris;
  7. Pemegang izin dipidana berdasarkan keputusan hakim yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melanggar UU;
  8. Pengusaha BKC melanggar ketentuan pasal 30 Undang-Undang Cukai;
  9. NPPBKC dipindahtangankan, dikuasakan, dan/atau dikerjasamakan dengan orang lain atau pihak lain tanpa persetujuan Menteri;
  • Perubahan NPPBKC dan Perubahan Data
    • Pengusaha BKC wajib melakukan perubahan NPPBKC dalam hal:
  1. Akan melakukan perubahan lokasi atau tempat usaha;
  2. Akan melakukan perubahan jenis kegiatan usaha;
  3. Akan melakukan perubahan jenis BKC
  4. Setelah melakukan perubahan nama dan/atau bentuk badan hukum perusahaan;
  5. Setelah melakukan perubahan atau penggantian pemilik perusahaan; dan/atau
  6. Setelah melakukan perubahan NPWP.
  • Pengusaha BKC wajib menyampaikan pemberitahuan dalam hal melakukan perubahan;
  1. Tata letak (layout) tempat usaha BKC;
  2. Penanggung jawab perusahaan;
  3. Mesin yang digunakan untuk membuat dan/atau mengemas barang BKC bagi Pengusaha Pabrik; dan/atau
  4. Penyalur yang langsung membeli barang BKC dari Pengusaha Pabrik, bagi Pengusaha Pabrik hasil tembakau.